Kuta Selatan – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Banjar Mumbul yang dirangkaikan dengan peluncuran Aplikasi Sistem Krama dan Prajuru Adat Mumbul (Sikap Mumbul), Senin (29/6), di Balai Banjar Mumbul, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. Kehadiran Bupati disambut hangat oleh krama banjar dan tokoh masyarakat yang memadati balai banjar dalam suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur. Turut hadir Anggota DPRD Badung I Wayan Sukses, perwakilan Camat Kuta Selatan, perwakilan Lurah Benoa, Bendesa Adat, para kepala lingkungan, Kelian Adat Banjar Mumbul I Wayan Sumo, serta tokoh dan masyarakat setempat.
Perayaan HUT Banjar Mumbul tahun ini mengusung tema “Dharma Raksita, Mumbul Wijaya Jagadhita”, yang mengandung makna menjaga dan melestarikan nilai-nilai dharma sebagai landasan kehidupan dalam mewujudkan Banjar Mumbul yang maju, berjaya, sejahtera, dan harmonis. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah banjar harus tetap berpijak pada nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan yang diwariskan oleh para leluhur.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa turut melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan Banjar Mumbul yang kini telah memasuki usia ke-59. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan menjadi salah satu rangkaian utama perayaan yang mencerminkan semangat persaudaraan serta penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan Banjar Mumbul.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur karena dapat hadir bersama masyarakat Banjar Mumbul pada momen yang bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kasa. Ia berharap Banjar Mumbul senantiasa menjadi banjar yang kompak, harmonis, serta terus berkembang menjadi contoh dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai adat dan budaya Bali.
Bupati juga memberikan apresiasi atas lahirnya Aplikasi Sistem Krama dan Prajuru Adat Mumbul (Sikap Mumbul). Menurutnya, inovasi tersebut merupakan langkah maju dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kepada krama adat. Ke depan, aplikasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan administrasi adat, tetapi juga mampu mendukung pendataan masyarakat pada tingkat banjar dinas, termasuk penduduk pendatang yang tinggal di wilayah Banjar Mumbul.
Dengan tersedianya data kependudukan yang akurat dan terintegrasi, pemerintah akan lebih mudah menyusun kebijakan, memberikan pelayanan publik, serta melakukan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Bupati menilai digitalisasi administrasi seperti yang dilakukan Banjar Mumbul merupakan langkah positif yang sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendorong transformasi pelayanan publik berbasis teknologi.
Selain mengapresiasi inovasi tersebut, Bupati juga memaparkan berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Badung yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mendukung sektor pariwisata sekaligus mengatasi persoalan kemacetan, Pemkab Badung terus melakukan pembebasan lahan dan pembangunan ruas jalan baru guna memperlancar mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
Di bidang kesejahteraan sosial dan pendidikan, Pemkab Badung telah menggulirkan berbagai program bantuan, di antaranya beasiswa S1 gratis bagi keluarga dengan penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan, bantuan sebesar Rp3 juta bagi warga yang memasuki usia 75 tahun, bantuan hari raya keagamaan sebesar Rp2 juta per kepala keluarga, serta program Beasiswa “Nak Badung” bagi siswa SMA negeri maupun swasta yang bersekolah di Kabupaten Badung.
Pemerintah juga memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas melalui bantuan sebesar Rp1 juta setiap bulan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Selain itu, terdapat pula bantuan sebesar Rp10 juta dalam program tertib administrasi akta kematian sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang mengalami kedukaan.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT Banjar Mumbul I Ketut Sulandra menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Badung beserta jajaran yang telah hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat Banjar Mumbul. Menurutnya, peringatan HUT bukan sekadar perayaan bertambahnya usia banjar, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah, menghormati jasa para pendahulu, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Banjar Mumbul.
Ia menjelaskan bahwa sejarah Banjar Mumbul bermula dari terbentuknya organisasi kepemudaan Rukun Pemuda Mumbul pada tahun 1963. Organisasi tersebut menjadi wadah pemersatu generasi muda sekaligus cikal bakal berdirinya Banjar Mumbul. Salah satu tokoh utama yang menggagas organisasi tersebut adalah almarhum Ir. I Nyoman Gelebet, M.Si., sosok visioner yang memiliki dedikasi tinggi dalam membangun masyarakat. Berkat pemikiran dan perjuangannya bersama para tokoh lainnya, fondasi persatuan dan kebersamaan masyarakat Banjar Mumbul mampu tumbuh kokoh hingga berkembang menjadi banjar yang maju seperti sekarang.
Perayaan HUT ke-59 Banjar Mumbul diharapkan semakin mempererat persaudaraan antarkrama, memperkuat semangat gotong royong, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai adat, budaya, dan dharma. Sinergi antara pemerintah daerah, prajuru adat, dan seluruh krama diyakini menjadi modal penting dalam mewujudkan Banjar Mumbul yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
( K.I )
Langsung ke konten







