banner 1080x250
banner 728x250

Hujan Petang di Jalur Tengkorak Merenggut Nyawa Pemudik Muda Asal Banyuwangi, Bilal Bima Yuda Tewas Tragis Terlindas Truk Kontainer

Jembrana – Duka kembali menyelimuti jalur maut Denpasar–Gilimanuk. Di tengah guyuran hujan lebat yang mengguyur wilayah barat Bali, sebuah kecelakaan tragis kembali merenggut nyawa seorang pemudik muda. Bilal Bima Yuda (25), pemotor asal Banyuwangi, harus meregang nyawa secara mengenaskan setelah terlibat kecelakaan maut dengan sebuah truk kontainer di jalur yang selama ini dikenal sebagai “jalur tengkorak”.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu petang, 4 April 2026 sekitar pukul 18.15 WITA, tepatnya di Kilometer 76–77, Banjar Sumbul, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Suasana senja yang gelap akibat hujan deras menjadi saksi bisu berakhirnya perjalanan seorang anak muda yang diduga tengah menempuh perjalanan mudik.

banner 728x250

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi P 6711 VA dengan arah perjalanan dari barat, yakni Gilimanuk menuju Denpasar. Namun nahas, ketika melintasi ruas jalan yang licin akibat hujan, motor yang dikendarainya diduga kehilangan traksi sehingga sulit dikendalikan.

Aspal yang basah dan licin membuat kendaraan korban mendadak oleng dan keluar kendali (out of control). Dalam hitungan detik, motor yang dikendarainya terjatuh ke sisi kanan jalan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sebuah truk kontainer bernomor polisi L 8669 UF yang dikemudikan oleh Andi Supriyanto (43).

Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tak lagi bisa dihindari. Korban yang terjatuh di badan jalan kemudian terlindas ban belakang sebelah kanan truk kontainer, mengakibatkan luka sangat berat di bagian kepala.

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, menjelaskan bahwa korban dinyatakan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.

Korban meninggal dunia di tempat akibat luka berat pada bagian kepala,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (5/4/2026).

Peristiwa ini menambah panjang daftar korban jiwa di jalur Denpasar–Gilimanuk yang selama ini dikenal rawan kecelakaan, terutama saat cuaca buruk. Meski arus lalu lintas saat kejadian dilaporkan dalam kondisi lancar, derasnya hujan menyebabkan jarak pandang pengendara menurun drastis, sementara kondisi jalan yang licin memperbesar risiko kendaraan tergelincir.

Kepergian Bilal Bima Yuda di usia yang masih muda meninggalkan duka mendalam, terlebih ia diduga tengah dalam perjalanan pulang menuju kampung halaman. Hujan petang yang turun deras seolah menambah pilu tragedi yang merenggut harapan dan perjalanan hidup seorang pemuda.

Kasus kecelakaan maut ini kini telah ditangani lebih lanjut oleh Unit Satlantas Polres Jembrana untuk proses penyelidikan dan penanganan lebih lanjut.

Pihak kepolisian kembali mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur antar-provinsi, terlebih ketika hujan deras mengguyur. Keselamatan, menurut polisi, harus menjadi prioritas utama agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250