banner 1080x250
banner 728x250

Penambang Minyak Gandu Mengeluh Harga Minyak yang Masuk ke Pertamina Tidak Ada Sosialisasi

Minyak Sudah Produksi, Penambang Gandu Masih Menunggu Akses Kirim ke Pertamina

Blora – Pengiriman minyak mentah dari sumur rakyat Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora ke fasilitas Pertamina masih menuai polemik. Sejumlah penambang mengaku belum bersedia mengirimkan hasil produksinya karena harga yang diterima dinilai terlalu rendah.

Para penambang mempertanyakan mekanisme pembelian minyak yang saat ini dikoordinasikan melalui Badan Kerja Sama Usaha (BKU) PT Mataram Connection Nusantara (MCN). Mereka mengaku hanya menerima informasi harga sekitar Rp 2.900 per liter, jauh di bawah harga yang mereka ketahui berlaku di sejumlah wilayah sumur tua lainnya.

banner 728x250

Salah seorang penambang, Suyono, mengatakan hingga kini masih banyak minyak hasil produksi penambang yang belum diangkut ke Main Gathering Station (MGS) Menggung milik Pertamina EP Field Cepu.

“Untuk sementara belum ada kepastian. Yang sudah berjalan itu katanya tetap sama seperti sebelum masuk ke Pertamina, yakni Rp 2.900 per liter atau Rp 2.900.000 per ton,” kata Suyono saat dihubungi, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, harga tersebut dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan para penambang dan investor.

“Saat ini kalau melihat daerah lain bisa sampai Rp 6.500 per liter. Masak melalui KSO hanya dihargai Rp 2.900 per liter,” ujarnya.

Suyono menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima penambang, pembagian dari harga Rp 2.900 per liter tersebut terdiri atas Rp 2.000 untuk investor dan Rp 900 untuk pemilik lahan.

Kondisi itu membuat sebagian penambang memilih menahan pengiriman minyak hingga ada kejelasan mengenai harga dan mekanisme penjualan.

“Yang lainnya belum boleh karena harganya tidak cocok,” katanya.

Minyak Sejumlah Penambang Masih Tertahan

Suyono menyebut minyak yang sudah dikirim ke MGS Menggung sejauh ini berasal dari milik Kepala Desa Gandu dan Ketua Paguyuban Penambang Minyak Gandu Agus Rumanto.

Sementara minyak milik sejumlah penambang lain seperti Hartono, Ferdi, Tiyok hingga dirinya sendiri masih tersimpan di lokasi penampungan.

Di Desa Gandu sendiri terdapat sekitar 16 titik sumur rakyat yang telah berproduksi. Sebagian sumur dikelola oleh masyarakat bersama investor yang selama ini membiayai operasional produksi.

Menurut Suyono, para penambang berharap memperoleh perlakuan yang sama seperti penambang di wilayah Ledok, Semanggi, maupun Nglobo yang telah lebih dahulu memasok minyak ke Pertamina.

“Teman-teman penambang di Ledok, Semanggi dan Nglobo masuk ke Pertamina mendapat sekitar Rp 6.500.000 per ton. Kami ingin disamakan. Sama-sama penambang rakyat,” ujarnya.

Ia juga mengaku belum pernah mendapatkan sosialisasi resmi terkait pola kerja sama antara paguyuban, MCN dan Pertamina.

“Belum pernah sama sekali. Belum ada pemberitahuan. Nol komunikasi dan nol informasi,” katanya.

Penambang Keluhkan Minim Sosialisasi

Keluhan serupa disampaikan penambang lainnya, Yumanto. Ia mengaku saat ini memiliki sekitar delapan ton minyak mentah yang belum diambil karena investor memilih menunggu kejelasan harga.

“Katanya wilayah lain naik. Tapi di sini kok dibeli dengan harga segitu?” kata Yumanto.

Menurutnya, hingga saat ini para penambang belum pernah diajak berdiskusi mengenai skema harga maupun sistem pengiriman minyak ke Pertamina.

Padahal aktivitas produksi membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, termasuk untuk pembelian pulsa listrik guna mengoperasikan genset penggerak sumur.

“Kalau investor tidak kasih uang, kami juga tidak bisa beli pulsa. Akhirnya sumur tidak jalan,” ujarnya.

Yumanto berharap pihak pengelola segera mengumpulkan seluruh penambang dan investor untuk menjelaskan mekanisme yang berlaku.

“Kalau memang harga naik atau ada aturan baru, penambang harus diberi tahu. Jangan hanya dengar dari mulut ke mulut,” katanya.

Minta Difasilitasi Masuk Pertamina

Menurut informasi yang berkembang di kalangan penambang, mereka berharap minyak hasil produksi masyarakat bisa difasilitasi masuk langsung ke rantai pasok Pertamina dengan mekanisme yang jelas dan transparan.

Seorang sumber di lapangan menyebut masih ada penambang yang merasa belum memperoleh kesempatan yang sama untuk mengirimkan minyaknya.

“Harapan mereka sederhana, minyak Gandu bisa masuk ke Pertamina dengan harga yang wajar dan sesuai aturan yang berlaku,” kata sumber tersebut.

Suyono juga berharap pemerintah daerah, paguyuban, MCN dan pihak terkait dapat memfasilitasi penjualan minyak rakyat secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.

“Kami ingin ada kejelasan dan transparansi. Kalau memang masuk Pertamina, harusnya penambang juga merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Paguyuban Bantah Harga Rp 2.900 per Liter

Sementara itu, Ketua Paguyuban Penambang Minyak Sumur Rakyat Gandu, Agus Rumanto, membantah informasi yang menyebut harga minyak penambang hanya Rp 2.900 per liter.

Menurut Agus, harga minyak yang berlaku akan mengacu pada mekanisme yang ditetapkan dan perkembangan harga minyak dunia.

“Kalau harga Rp 2.900 per liter itu tidak benar. Untuk lebih jelasnya silakan konfirmasi ke pihak Mataram Connection Nusantara,” kata Agus saat dikonfirmasi.

Agus juga membenarkan bahwa minyak yang sejauh ini dikirim ke Pertamina berasal dari miliknya dan milik Kepala Desa Gandu.

Namun ia menegaskan hal tersebut bukan karena perlakuan khusus, melainkan karena produksi penambang lain masih belum mencukupi.

“Yang lain masih belum banyak dan ada yang produksinya sedikit,” ujarnya.

Menurut Agus, pengiriman minyak ke Pertamina saat ini masih dalam tahap uji coba atau trial serta proses penataan tata kelola sumur rakyat di Gandu.

Ia memastikan dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi bersama pihak MCN dan para penambang guna menjelaskan mekanisme yang sedang berjalan.

“Dalam waktu dekat kami akan lakukan sosialisasi dengan MCN dan penambang supaya semuanya jelas,” pungkasnya.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250