Jembrana – Peristiwa tragis terjadi di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Seorang pedagang asongan bernama Suyanti (33) meninggal dunia setelah diduga terjepit kendaraan bok saat proses muat kendaraan di atas KMP Tunu Pratama Jaya 5888, Kamis (21/5/2026) dini hari.
Korban diketahui merupakan warga Jalan Layur 7, Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 03.20 Wita saat aktivitas bongkar muat kendaraan di kapal masih berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di samping kanan belakang kendaraan bok bernomor polisi W 8653 UV yang dikemudikan Alex Ahyudi (46), warga Sidoarjo, Jawa Timur.
Petugas ABK KMP Tunu Pratama Jaya 5888, M. Fandi Ramadlani (28), mengatakan dirinya pertama kali mengetahui kejadian itu saat sedang mengatur posisi parkir kendaraan di dalam kapal.
“Saat selesai mengatur kendaraan, tiba-tiba saya melihat korban sudah dalam keadaan tergeletak di belakang kendaraan bok,” ujarnya.
Melihat kondisi korban yang kritis, petugas kapal bersama security pelabuhan dan petugas darat langsung memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans BBKK Gilimanuk menuju Puskesmas II Melaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun nahas, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Dokter jaga Puskesmas II Melaya, dr. Suryono, menyatakan korban mengalami luka berat pada bagian kepala dan rahang serta mengeluarkan darah dari telinga.
“Korban datang dalam kondisi kritis dan sempat dilakukan penanganan medis. Namun korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ungkap sumber medis.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga sekitar pukul 05.15 Wita dan diantar menggunakan mobil ambulans menuju rumah duka di Gilimanuk.
Sementara itu, pihak terkait masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Situasi di Pelabuhan Gilimanuk dilaporkan tetap kondusif usai peristiwa tragis itu terjadi.
Kematian Suyanti meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga dan rekan-rekan pedagang di kawasan pelabuhan yang selama ini mengenalnya sebagai sosok pekerja keras yang mencari nafkah di tengah aktivitas penyeberangan Gilimanuk-Ketapang.
( dd99 )
Langsung ke konten







