Jakarta – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas keluarga dan menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang sehat, aman, serta edukatif. Melalui kunjungan kerja atau study tiru ke Kota Tangerang dan Kota Administrasi Jakarta Pusat pada 5-6 Mei 2026, TP PKK Badung menggali berbagai inovasi pelayanan publik yang berorientasi pada perlindungan anak, penguatan pola asuh keluarga, serta pengembangan ruang publik yang ramah anak di era digital.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Badung sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan PKK, meningkatkan kualitas pembinaan keluarga, serta mempelajari sistem pengelolaan tempat penitipan anak yang profesional dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.
Fokus utama study tiru meliputi penguatan administrasi organisasi PKK, pembinaan karakter keluarga, pola pengasuhan anak di tengah derasnya perkembangan teknologi digital, hingga pengelolaan Tempat Penitipan Anak (TPA) yang mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan pendidikan karakter anak sejak usia dini.
Pada Rabu (6/5), rombongan TP PKK Badung mengunjungi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kenanga, Gambir, Jakarta Pusat. Kehadiran rombongan disambut hangat Ketua TP PKK Jakarta Pusat, Nyonya Witri Yenny Arifin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung TPA Bale Bermain Balaikota milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang selama ini dikenal sebagai salah satu fasilitas pengasuhan anak modern bagi keluarga pekerja.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Badung I Gusti Made Dwipayana, Kepala Dinas PMD Badung Komang Budhi Argawa, perwakilan DP2KBP3A Badung, serta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Badung.
Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari upaya TP PKK Badung untuk mempelajari berbagai Best Practices dalam memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas pengasuhan anak di Kabupaten Badung.
“Kami ingin belajar mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program PKK, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan karakter keluarga dan pola asuh anak. Tantangan keluarga saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Badung, Rasniathi mengaku sangat terinspirasi dengan konsep RPTRA dan fasilitas TPA Negeri Bale Bermain Balaikota yang dinilai mampu menjadi solusi nyata bagi keluarga, khususnya orang tua yang bekerja. Menurutnya, ruang publik ramah anak bukan hanya sekadar tempat bermain, namun juga pusat pembelajaran, penguatan karakter, hingga ruang interaksi sosial yang sehat bagi anak-anak dan masyarakat.
“Kami melihat fasilitas seperti RPTRA dan TPA Negeri Bale Bermain Balaikota ini sangat baik dan dibutuhkan masyarakat, terutama bagi orang tua yang bekerja. Harapan kami, ke depan Kabupaten Badung juga dapat memiliki fasilitas serupa yang aman, nyaman, edukatif, dan benar-benar mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa TP PKK Badung berkomitmen mengadopsi sejumlah program unggulan yang telah berhasil diterapkan di Jakarta untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Badung. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan ruang ramah anak yang modern dan berorientasi pada penguatan kualitas generasi muda.
Melalui study tiru ini, TP PKK Kabupaten Badung juga ingin memperkuat peran Pokja-Pokja PKK dalam menghadirkan program-program yang lebih inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak hingga remaja.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi antar-daerah yang dibangun melalui kunjungan tersebut. Menurutnya, TP PKK memiliki peran strategis dalam pembangunan kualitas keluarga yang menjadi fondasi utama kemajuan daerah.
“TP PKK memiliki peran strategis dalam membangun kualitas keluarga, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Karena itu, sinergi seperti ini penting untuk saling belajar dan memperkuat program di masing-masing daerah,” katanya.
Ketua TP PKK Jakarta Pusat, Nyonya Witri Yenny Arifin, juga menjelaskan bahwa RPTRA dirancang sebagai ruang multifungsi yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Selain menjadi tempat bermain anak, RPTRA juga menjadi pusat edukasi, pembinaan keluarga, hingga penguatan perlindungan anak berbasis masyarakat.
“RPTRA menjadi ruang belajar, bermain, dan berinteraksi bagi anak-anak maupun warga. Di sini tersedia PAUD gratis, kegiatan olahraga, pelatihan seni, hingga edukasi parenting dan perlindungan anak,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Pokja I TP PKK Jakarta Pusat, Sari Kaloka. Ia menekankan pentingnya standar tinggi dalam sistem pengasuhan anak, terutama terkait keamanan dan kualitas pelayanan.
“Faktor keamanan dan kualitas pengasuhan harus menjadi prioritas utama. Karena itu, pengawasan, sistem pelayanan, dan kompetensi tenaga pendamping harus benar-benar diperhatikan agar anak-anak mendapatkan perlindungan dan pengasuhan terbaik,” tegasnya.
Selain mempelajari pengelolaan RPTRA dan TPA, rombongan TP PKK Badung juga meninjau layanan konsultasi gratis Center of Excellence in Family Happiness. Layanan ini memberikan pendampingan dan konsultasi terkait tumbuh kembang anak, parenting, gizi keluarga, hingga kesehatan reproduksi.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum penting bagi TP PKK Kabupaten Badung untuk menghadirkan inovasi pelayanan keluarga yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
( dd99 )
Langsung ke konten







