banner 1080x250
banner 728x250

Polda Sumut Dalami Dugaan Kelalaian Pengamanan Senjata Api, Kematian Ibu Bhayangkari di Medan Masih Diselidiki

Foto - Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan ketika diwawancarai soal mantan istri personel Polisi aktif diduga bunuh diri menggunakan pistol eks suaminya, di Kecamatan Medan Helvetia, Senin (3/8/2026).

MEDAN – Polda Sumatera Utara masih mendalami penyebab pasti meninggalnya seorang ibu rumah tangga berinisial LR, yang merupakan mantan istri anggota Polri aktif yang bertugas di Polsek Medan Sunggal, Polrestabes Medan. Korban ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidup menggunakan senjata api milik suaminya di dalam kamar mandi rumah mereka di kawasan Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (2/8/2026) sore.

Selain menyelidiki penyebab kematian, penyidik juga menaruh perhatian pada aspek pengamanan senjata api dinas yang diduga dapat diakses oleh korban. Hal tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian dalam penyimpanan maupun pengawasan senjata api yang digunakan dalam peristiwa tersebut.

banner 728x250

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat anggota Polri tersebut pulang dari dinas dan meletakkan tas berisi senjata api di atas meja sebelum beristirahat.

Beberapa saat kemudian, saat terbangun, ia mendapati tas tersebut sudah dalam keadaan terbuka. Setelah diperiksa, senjata api yang sebelumnya berada di dalam tas sudah tidak ada.

Menurut keterangan yang disampaikan Kabid Humas, anggota tersebut kemudian mencari keberadaan senjata api dan mendapati istrinya berada di dalam kamar mandi dengan pintu terkunci dari dalam.

Tak lama setelah itu terdengar suara letusan dari dalam kamar mandi. Anggota Polri tersebut kemudian berupaya membuka pintu dan mendapati korban telah mengalami luka tembak.

“Awalnya suaminya istirahat, kemudian melihat tas berisi senjata sudah terbuka. Setelah dicek, senjata sudah tidak ada. Selanjutnya diketahui istrinya berada di kamar mandi dan terdengar suara tembakan dari dalam,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Usai kejadian, petugas dari Polrestabes Medan bersama tim Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk menjalani pemeriksaan medis dan kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Polda Sumut menegaskan bahwa penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik. Polisi juga akan mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk prosedur penyimpanan serta pengamanan senjata api dinas yang berada dalam penguasaan anggota Polri tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian karena penggunaan senjata api dinas memiliki prosedur pengamanan yang ketat. Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya pelanggaran terhadap standar operasional penyimpanan atau pengawasan senjata api, maka hal tersebut dapat menjadi bagian dari evaluasi maupun proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Polda Sumut mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi mengenai motif maupun penyebab peristiwa sebelum seluruh proses investigasi selesai dilakukan oleh penyidik.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250