BADUNG — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani terapi dialisis, RSD Mangusada menggelar Sarasehan Pejuang Dialisis di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Minggu (9/8). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi, berbagi pengalaman, serta saling menguatkan bagi pasien yang menjalani terapi dialisis.
Mengusung tema “Semangat Kemerdekaan Bersama Menghadapi Permasalahan Dialisis, Mencegah Komplikasi, dan Meningkatkan Kualitas Hidup”, kegiatan tersebut dihadiri Perwakilan Koordinator Wilayah Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Bali-NTT-NTB dr. Nyoman Paramita Ayu, Wakil Direktur RSD Mangusada Ni Made Sukaryawati beserta jajaran dokter dan perawat, serta pasien hemodialisis (cuci darah) dan keluarga pasien.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa turut hadir sekaligus membuka kegiatan yang ditandai dengan pemukulan gong. Bupati mengapresiasi pelaksanaan sarasehan tersebut karena tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun semangat dan dukungan bagi pasien yang menjalani terapi dialisis.
Menurutnya, peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk menumbuhkan semangat juang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Yang paling penting juga kita memotivasi bahwa masyarakat yang termasuk di dalam pasien dialisis ini jangan berputus asa, jangan menganggap hidupnya sudah selesai. Harus tetap semangat dalam mengikuti anjuran-anjuran dari dokter dan semangat ini harus kita jaga,” ujar Bupati Adi Arnawa.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin mudah diakses, bermutu, serta berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan pasien.
“Saya juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh dokter, perawat, dan tenaga kesehatan RSD Mangusada yang telah memberikan pelayanan dengan penuh dedikasi dan empati. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya hari ini saja, tapi juga akan tetap berlanjut setiap tahunnya. Bukan hanya untuk pasien hemodialisis, tapi termasuk pasien-pasien yang lainnya. Yang tujuannya sebagai memotivasi dan memberikan edukasi kepada mereka,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSD Mangusada Badung dr. I Wayan Darta dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen RSD Mangusada dalam membangun komunikasi antara dokter, perawat, pasien, dan keluarga pasien guna meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya bagi penyandang dialisis.
“Selain sebagai ruang edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi, berbagi pengalaman dan ruang untuk saling mendukung dan motivasi. Kegiatan ini juga diikuti oleh 80 pasien dialisis dengan didampingi keluarga,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, RSD Mangusada berharap pasien dan keluarga semakin memahami pentingnya mengikuti anjuran tenaga kesehatan serta memperoleh dukungan yang dibutuhkan dalam menjalani proses terapi. Sarasehan ini juga diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan edukasi dan kualitas pelayanan bagi pasien.
( K.I )
Langsung ke konten







