Badung – Pemerintah Kabupaten Badung melalui gerakan Badung Peduli terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Safari Kesehatan sekaligus peluncuran program SIGAP EMAS (Sinergi Pendampingan Tumbuh Kembang Anak Bawaan Warga Binaan pada Periode Emas), Kamis (3/9).
Kegiatan yang berlangsung di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan tersebut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Selain memberikan layanan kesehatan gratis, kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai awal pelaksanaan program SIGAP EMAS.
Program tersebut dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak yang lahir dan tinggal bersama ibunya di lingkungan pemasyarakatan, khususnya pada masa emas pertumbuhan. Melalui program ini, berbagai kebutuhan kesehatan dan pendampingan anak diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menekankan pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis dan pemenuhan hak anak yang tinggal bersama ibunya di dalam lapas. Ia juga mendorong adanya mekanisme transisi yang humanis bagi anak ketika memasuki batas usia maksimal tiga tahun untuk tinggal bersama ibu di lapas.
“Anak-anak ini tidak pernah memilih untuk berada di sini. Karena keadaan, mereka terpaksa tinggal hingga batas usia tiga tahun. Kita harus memikirkan psikologis anak ketika nanti harus berpisah dengan ibunya,” ujarnya.
Selain memperhatikan tumbuh kembang anak, Nyonya Rasniathi mengapresiasi program pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Kerobokan. Berbagai produk olahan pangan dan kerajinan hasil karya warga binaan dinilai memiliki kualitas serta potensi untuk bersaing di pasar.
Ia menegaskan, pelaksanaan kerja sama SIGAP EMAS tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus dikawal melalui pemantauan secara konsisten dan berkelanjutan agar memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dan anak-anak mereka.
Melalui program SIGAP EMAS, Pemkab Badung bersama perangkat daerah terkait, Lapas Perempuan Kerobokan, dan akademisi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana berkomitmen menghadirkan pemeriksaan kesehatan berkala, layanan Posyandu, pendampingan psikologis anak, serta pelatihan keterampilan kerja bagi warga binaan sebagai bekal untuk kembali berinteraksi secara positif di tengah masyarakat.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali Andi Wijaya Rivai beserta jajaran, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perikanan, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Badung, perwakilan Disdikpora Badung, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan Ni Luh Putu Andiyani, akademisi Program Studi Psikologi FK Unud, serta perwakilan Gerakan Badung Peduli.
( K.I )
Langsung ke konten







