banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya di Pura Maspahit Canggu, Tegaskan Komitmen Tata Pariwisata dan Sejahterakan Krama

Foto - Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Maspahit Canggu.

KUTA UTARA – Krama pengempon Pura Maspahit, Banjar Kayutulang, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, melaksanakan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Medasar Caru Rsi Gana dan Caru Panca Rupa pada Rahina Tilem Sasih Karo, Rabu (12/8). Puncak rangkaian karya tersebut dihadiri langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan adat, agama, dan budaya Bali di tengah perkembangan kawasan pariwisata.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Badung I Made Suryananda Pramana, Camat Kuta Utara Nyoman Tirtayasa, Perbekel Desa Adat Canggu I Wayan Suarya, Jro Bendesa Adat Canggu I Nyoman Siana, Ketua Kadin Badung, serta jajaran pengurus desa adat setempat.

banner 728x250

Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa melakukan penandatanganan prasasti karya sekaligus menyerahkan dana hibah Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp800 juta. Bantuan tersebut menjadi wujud dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan karya keagamaan sekaligus upaya menjaga keberlangsungan kehidupan adat dan budaya masyarakat.

Foto – Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Maspahit Canggu.

Dalam sambrama wacananya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengempon Pura Maspahit dan krama Desa Adat Canggu atas semangat gotong royong dan sinergi yang telah ditunjukkan. Menurutnya, kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan penting sehingga seluruh rangkaian karya dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan rahayu.

Bupati juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan karya tersebut membawa kerahayuan dan kesejahteraan bagi seluruh krama serta memberikan manfaat secara niskala maupun sekala.

Selain berbicara mengenai kehidupan adat dan keagamaan, Bupati Adi Arnawa menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata di kawasan Canggu. Menurutnya, perkembangan Canggu sebagai salah satu destinasi wisata utama harus diikuti dengan penataan kawasan yang baik, terutama dari sisi infrastruktur, tata ruang, dan kualitas sumber daya manusia.

Ia menyebutkan bahwa Canggu mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membawa dampak positif terhadap perekonomian, namun sekaligus menghadirkan sejumlah tantangan, terutama persoalan kemacetan dan pelanggaran tata ruang.

“Canggu adalah daerah tujuan wisata yang berkembang luar biasa. Namun, kita harus tegas terhadap pelanggaran tata ruang, seperti bangunan yang melanggar sempadan jalan atau sungai. Jika dibiarkan, wisatawan tidak akan merasa nyaman lagi, dan hal itu akan menurunkan kunjungan yang berdampak langsung pada pendapatan daerah,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan kemacetan, Pemerintah Kabupaten Badung tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya melalui rencana penerapan sistem arus lalu lintas satu arah atau one-way system dari arah timur menuju barat di kawasan Canggu.

Selain pengaturan lalu lintas, Pemkab Badung juga menyiapkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah untuk mendukung perbaikan dan peningkatan kualitas jalan. Pemerintah daerah bahkan telah berdiskusi dengan konsultan internasional untuk mematangkan rencana jangka panjang pembangunan jalur bawah tanah atau underground yang nantinya diharapkan dapat menghubungkan sejumlah titik krusial menuju jalur utama, termasuk arah Gatot Subroto.

Menurut Bupati, penataan kawasan pariwisata harus dilakukan secara menyeluruh agar pertumbuhan sektor pariwisata tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Infrastruktur yang memadai akan meningkatkan kenyamanan wisatawan, sementara penataan ruang yang disiplin akan menjaga kualitas kawasan dalam jangka panjang.

Keberhasilan sektor pariwisata juga tercermin dari meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung. Hingga 31 Juli 2026, realisasi uang yang masuk ke kas daerah telah mencapai sekitar Rp4,1 triliun. Bupati menegaskan bahwa peningkatan pendapatan tersebut akan terus diarahkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan perlindungan sosial.

“Beberapa program santunan yang berjalan otomatis antara lain santunan kematian sebesar Rp10 juta, santunan hari raya Galungan sebesar Rp2 juta, serta santunan bulanan sebesar Rp1 juta bagi penyandang disabilitas. Di sektor pendidikan, Pemkab Badung meluncurkan kebijakan baru untuk menghapus kesenjangan akses pendidikan antara warga kaya dan miskin,” ungkap Adi Arnawa.

Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Badung mulai tahun ini memberikan pembebasan biaya sekolah bagi siswa krama Badung pada jenjang SD, SMP, hingga SMA/sederajat. Kebijakan tersebut berlaku di sekolah negeri maupun swasta, dengan pengecualian sekolah internasional.

Tidak berhenti pada pendidikan dasar dan menengah, Pemkab Badung juga tengah menyiapkan program beasiswa pendidikan tinggi bagi generasi muda Badung. Bantuan tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak Badung melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana atau S1.

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistemnya. Kesejahteraan krama dan masa depan pendidikan anak-anak kita di Badung harus berjalan beriringan dengan kemajuan pariwisatanya,” pungkasnya.

Pelaksanaan karya di Pura Maspahit menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, desa adat, dan masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan Canggu sebagai kawasan pariwisata, keberadaan adat, agama, dan budaya Bali diharapkan tetap menjadi landasan utama dalam membangun kawasan yang maju, tertata, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan krama.

( NDR )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250