banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

Dekranasda Badung Terima Study Tiru Dekranasda Semarang, Perkuat Kolaborasi Pengembangan Kerajinan Berbasis Kearifan Lokal

Foto - Ny. Rasniathi Adi Arnawa Terima Kunjungan Study Tiru Dekranasda Kota Semarang.

BADUNG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menerima kunjungan kerja sekaligus studi tiru dari Dekranasda Kota Semarang di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Kompleks Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Rabu (5/8). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dan gagasan dalam mengembangkan potensi kerajinan daerah.

Rombongan Dekranasda Kota Semarang dipimpin oleh Plh. Ketua Umum Dekranasda Kota Semarang, Nyonya Vianney Ratna Manikamawi, bersama jajaran pengurus. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa beserta jajaran terkait.

banner 728x250

Kegiatan studi tiru ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi mengenai program pembinaan kerajinan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan di masing-masing daerah. Pertukaran pengalaman tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal sekaligus memperkuat keberadaan para pelaku UMKM dan pengrajin sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat.

Foto – Ny. Rasniathi Adi Arnawa Terima Kunjungan Study Tiru Dekranasda Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dekranasda Kota Semarang ke Kabupaten Badung. Menurutnya, kehadiran rombongan menjadi sebuah kehormatan sekaligus kesempatan berharga bagi kedua daerah untuk saling belajar mengenai berbagai program dan strategi pengembangan kerajinan daerah.

“Kehadiran rombongan dari Kota Semarang merupakan momen berharga untuk saling berbagi, saling belajar, dan saling menginspirasi. Semoga diskusi hari ini dapat saling memperkaya wawasan dan membuka jalan kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Segala pembelajaran yang diperoleh semoga dapat diterapkan dengan baik di Semarang,” ujar Rasniathi.

Ia menambahkan, pengembangan industri kerajinan tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan kreativitas produk, tetapi juga membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar. Karena itu, sinergi antardaerah menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas wawasan dan mempercepat pengembangan pelaku kerajinan agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Menurut Rasniathi, kerajinan daerah memiliki hubungan erat dengan identitas budaya dan kearifan lokal. Oleh sebab itu, pengembangan produk kerajinan harus tetap mempertahankan karakter khas daerah sekaligus mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan pendekatan tersebut, kerajinan lokal diharapkan tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi dan mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajinnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Semarang, Nyonya Listyati Purnama Rusdiana, menyampaikan bahwa kunjungan kerja dan studi banding tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM kerajinan di Kota Semarang. Menurutnya, Kabupaten Badung dinilai memiliki berbagai pengalaman dan praktik yang dapat menjadi bahan pembelajaran dalam mengembangkan sektor kerajinan berbasis masyarakat.

Ia menjelaskan, pihaknya ingin mempelajari secara lebih mendalam strategi pengembangan kerajinan berbasis komunal atau kerakyatan yang telah diterapkan di Kabupaten Badung. Berbagai pengalaman tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi referensi dalam menyusun program pembinaan dan pemberdayaan pengrajin di Kota Semarang.

“Tujuan kunjungan ini adalah mempelajari secara mendalam strategi pelaksanaan program pengembangan kerajinan berbasis komunal atau kerakyatan yang telah berjalan di Kabupaten Badung. Pengalaman tersebut akan menjadi acuan dalam menyusun program pembinaan pengrajin di Semarang, sekaligus memperoleh praktik terbaik terkait peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas pengrajin, hingga strategi pemasaran dan promosi karya kerajinan,” jelasnya.

Lebih lanjut, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Dekranasda Kota Semarang untuk melihat bagaimana pembinaan terhadap pengrajin dapat dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengembangan keterampilan, peningkatan mutu produk, inovasi desain, hingga upaya memperluas akses pemasaran. Hal ini dinilai penting agar produk kerajinan daerah tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Pertemuan antara Dekranasda Badung dan Dekranasda Semarang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diisi dengan diskusi serta pertukaran informasi mengenai berbagai program pemberdayaan pengrajin. Kedua pihak juga memiliki semangat yang sama untuk terus mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung, serta Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Badung.

Melalui kunjungan ini, Dekranasda Kabupaten Badung dan Dekranasda Kota Semarang diharapkan dapat terus membangun komunikasi dan kolaborasi dalam pengembangan kerajinan daerah. Pertukaran pengalaman dan praktik baik antardaerah menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem UMKM, meningkatkan kualitas produk kerajinan, membuka peluang pasar yang lebih luas, serta menjaga keberlanjutan warisan budaya dan kearifan lokal di tengah perkembangan ekonomi kreatif.

( NDR )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250