banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

Dekranasda Bali Fashion Day Perkuat Ekosistem Sandang Lokal, Putri Koster Dorong Desainer dan Tenun Bali Makin Berkembang

 

 

banner 728x250

Denpasar – Pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) kembali menjadi panggung penting bagi perkembangan industri sandang di Pulau Dewata. Ajang yang digelar di Taman Budaya Art Centre Denpasar pada Rabu, 25 Februari 2026 ini tidak hanya menampilkan karya-karya kreatif desainer lokal, tetapi juga menjadi momentum membangun ekosistem fashion Bali yang berkelanjutan.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi seluruh pelaku industri sandang, mulai dari desainer, penenun, hingga para pekerja seni pendukung di balik sebuah peragaan busana.

Menurutnya, pengalaman pada periode pertama menunjukkan bahwa ketika para desainer diberi ruang dan dukungan untuk berkarya, maka ekosistem fashion di Bali akan tumbuh secara alami. Kreativitas para desainer memicu lahirnya inovasi baru dalam dunia mode, sekaligus mendorong para penenun menghasilkan motif-motif kain yang lebih variatif dan bernilai seni tinggi.

“Ketika desainer memiliki wadah untuk berkreasi, maka kreativitas akan terus tumbuh. Para penenun ikut bergerak menghasilkan motif-motif baru, sementara para model, koreografer, pemain musik hingga komposer lokal juga mendapatkan ruang untuk berkembang. Inilah ekosistem yang ingin kita bangun bersama,” ujar Putri Koster.

Ia juga mengungkapkan bahwa inisiatif yang dibangun melalui kegiatan Dekranasda Bali Fashion Week maupun Dekranasda Bali Fashion Day ternyata mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Bahkan, konsep kegiatan tersebut rencananya akan diadopsi oleh Dekranas Pusat dan disampaikan kepada berbagai provinsi di Indonesia agar dapat mengembangkan kegiatan serupa.

Ke depan, Putri Koster menegaskan komitmennya untuk semakin serius mengembangkan sektor sandang di Bali. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program, termasuk penyelenggaraan Bali Dekranasda Fashion Week (BDFW) dan Bali Dekranasda Fashion Day (BDFD) yang terbukti mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Ia menjelaskan, setiap pelaksanaan BDFD para peserta diwajibkan menggunakan busana yang berasal dari produk IKM Bali Bangkit, sebuah langkah strategis untuk mendorong perputaran ekonomi lokal. Kebijakan ini terbukti efektif meningkatkan penjualan para pelaku usaha.

“Setiap kali BDFD digelar, karena para peserta harus mencari busana di IKM Bali Bangkit, omzet penjualan bisa meningkat hingga Rp250 juta sampai Rp300 juta. Ini menunjukkan partisipasi aktif ASN di lingkungan Pemprov Bali yang patut kita apresiasi,” jelasnya.

Selain mendorong pengembangan industri fashion lokal, Putri Koster juga mengajak masyarakat Bali untuk semakin mencintai dan menggunakan produk sandang berbahan kain tenun tradisional Bali yang dirancang oleh desainer lokal. Ia menilai dukungan masyarakat sangat penting untuk menjaga keberlangsungan industri ini.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda membeli pakaian bekas bermerek hanya karena harga murah. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat melemahkan bahkan mematikan ekosistem industri sandang lokal yang sedang dibangun dengan susah payah.

“Kalau kita ingin industri sandang Bali terus hidup dan berkembang, mari kita bangga menggunakan produk lokal. Kain tenun Bali dan karya desainer kita memiliki nilai seni, budaya, dan identitas yang tidak dimiliki produk lain,” tegasnya.

Pada penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Day ke-2 ini, ratusan karya busana desainer lokal ditampilkan di atas panggung peragaan. Koleksi yang dipresentasikan mencakup beragam kategori, mulai dari busana adat Bali, busana kerja, hingga busana kasual yang tetap mengangkat unsur budaya lokal.

Menariknya, busana-busana tersebut diperagakan oleh sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, di antaranya Biro Hukum Setda Provinsi Bali, BKPSDM Provinsi Bali, RSU Dharma Yadnya Provinsi Bali, serta Dinas Sosial PPPA Provinsi Bali.

Melalui ajang ini, Dekranasda Bali berharap industri fashion lokal tidak hanya berkembang sebagai karya kreatif semata, tetapi juga mampu menjadi kekuatan ekonomi baru yang menopang kesejahteraan para perajin, desainer, dan pelaku industri kreatif di Pulau Dewata.

 

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250