BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Jumat (14/8). Upacara dipimpin langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa selaku Inspektur Upacara dan diikuti pimpinan serta anggota DPRD Kabupaten Badung, Forkopimda, Sekretaris Daerah Badung beserta pimpinan perangkat daerah, organisasi kewanitaan, TNI/Polri, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.
Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tahun ini mengangkat tema “Suci Lascarya Nusa Wijaya”, yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali. Tema tersebut mengandung pesan luhur agar setiap karya, pengabdian, dan pelayanan kepada masyarakat senantiasa dilandasi ketulusan hati, integritas, serta semangat untuk membangun Bali yang maju tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai budaya.
Dalam upacara tersebut, Bupati Adi Arnawa membacakan pidato Gubernur Bali yang menekankan bahwa periode pembangunan 2025–2030 merupakan momentum pertama dalam pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Keberhasilan pembangunan pada lima tahun pertama tersebut dinilai menjadi fondasi penting yang akan menentukan keberlanjutan pembangunan, peradaban, dan masa depan generasi penerus Bali hingga 100 tahun mendatang.

Pembangunan Bali dalam jangka panjang tersebut dilaksanakan dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Visi tersebut menjadi landasan dalam menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali dengan berpedoman pada nilai-nilai kearifan lokal Sad Kertih, sebagai upaya penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan serta kebahagiaan kehidupan manusia.
Usai pelaksanaan upacara, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Provinsi Bali tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga, memuliakan, dan menyucikan alam Bali sebagai bagian penting dari kekuatan serta jati diri Pulau Dewata.
“Peringatan hari jadi Provinsi Bali tidak sekadar dilaksanakan secara seremonial, yang paling penting dijadikan momentum untuk selalu menjaga, memuliakan dan menyucikan alam Bali, karena disadari kekuatan Bali berada pada alam, lingkungan dan budayanya itu sendiri,” ujar Adi Arnawa.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam memastikan keberlangsungan pembangunan Bali 100 tahun ke depan. Modernisasi dan perkembangan zaman harus dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kebudayaan dan lingkungan sebagai pondasi kehidupan masyarakat Bali.
“Berangkat dari itulah, Gubernur Bali mengimbau kepada generasi muda, dalam pelaksanaan haluan pembangunan Bali 100 tahun ke depan, memuliakan alam, menjaga kebudayaan harus tetap terjaga. Itu sebagai roh kita dan tidak boleh kita tinggalkan, walaupun kita menghadapi era modernisasi sekarang, tetap pondasi kita berbasis budaya,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh komponen masyarakat Badung untuk bersama-sama menjaga keajegan Bali. Menurutnya, prinsip kehidupan masyarakat Bali yang berlandaskan Tri Hita Karana harus terus menjadi pedoman dalam menjalankan pembangunan maupun tata kelola pemerintahan.
Tri Hita Karana, lanjutnya, mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam dan lingkungan. Ketiga aspek tersebut harus berjalan secara seimbang agar pembangunan dapat memberikan kesejahteraan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan maupun nilai-nilai budaya.
“Ini yang harus kita jaga selama membangun tata kelola pemerintahan di Bali dan Badung khususnya,” jelas Bupati.
Lebih lanjut, Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan Bali ke depan membutuhkan sinergi antardaerah. Kabupaten Badung sebagai salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap sektor pariwisata Bali memiliki tanggung jawab untuk ikut mendukung pembangunan di seluruh wilayah Bali.
Menurutnya, salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui kebijakan penyisihan pajak hotel dan restoran sebesar 10 persen untuk mendukung pembangunan di enam kabupaten lainnya serta Pemerintah Provinsi Bali.
“Badung sangat care, Badung ada di setiap pembangunan di Bali. Kami menyadari kue pariwisata sebagian besar ada di Badung, 74 persen pertumbuhan ekonomi Bali ada di Badung. Sudah sangat sepatutnya kami berbagi dalam mendukung tata kelola Bali yang lebih maju, modern tanpa meninggalkan akar budaya,” pungkasnya.
Ia menegaskan, kemajuan ekonomi dan pariwisata harus tetap dibarengi dengan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan, budaya, serta keharmonisan kehidupan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu memastikan keberlanjutan Bali dalam jangka panjang.
Pada akhir rangkaian upacara, Bupati Adi Arnawa menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba LPM Berprestasi dan Evaluasi Perkembangan Desa serta Lomba Desa Tahun 2026.
Untuk kategori LPM Berprestasi, Juara I diraih LPM Desa Ungasan, Juara II LPM Kelurahan Kuta, dan Juara III LPM Kelurahan Kapal. Sementara untuk Lomba Desa, Juara I diraih Desa Gulingan, Juara II Desa Blahkiuh, Juara III Desa Ungasan, Juara Harapan I Desa Dalung, serta Juara Harapan II Desa Pelaga.
Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Badung dan seluruh masyarakat untuk memperkuat komitmen menjaga keajegan Bali. Pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, kemajuan pariwisata, pelestarian alam, serta keberlangsungan adat dan budaya diharapkan dapat berjalan beriringan demi mewujudkan Bali yang maju, berkelanjutan, dan tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.
( NDR )
Langsung ke konten







