KLUNGKUNG – Misteri kematian tragis I Nyoman Cita (50), yang dikenal luas sebagai Pak Man Colik, pemilik warung lawar godel asal Dusun Negari, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Setelah hampir tiga pekan melakukan penyelidikan intensif, Satreskrim Polres Klungkung bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali berhasil menangkap pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.
Terduga pelaku berinisial ANPP (30), yang diketahui masih berasal dari desa yang sama dengan korban. Ia ditangkap saat bersembunyi di sebuah rumah kos di kawasan Jalan Mahendradata, Denpasar Barat, pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Operasi penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Satreskrim Polres Klungkung, Ditreskrimum Polda Bali, Polsek Banjarangkan, serta tim digital forensik.
Usai diamankan, pelaku langsung dibawa ke lokasi kejadian di aliran Tukad Bubuh untuk menjalani pra-rekonstruksi. Dalam proses tersebut, pelaku memperagakan sejumlah adegan yang diduga berkaitan dengan aksi pembunuhan, sekaligus menunjukkan lokasi tempat membuang senjata tajam yang digunakan untuk menghabisi korban.
Berbekal keterangan pelaku, penyidik melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai. Hasilnya, sebuah pisau yang diduga menjadi alat pembunuhan berhasil ditemukan dalam kondisi menancap di dasar sungai, tidak jauh dari lokasi ditemukannya jasad korban. Barang bukti tersebut kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium forensik guna memperkuat pembuktian ilmiah dalam proses penyidikan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, motif pembunuhan diduga dipicu oleh rasa sakit hati pelaku terhadap korban. Meski demikian, penyidik masih terus mendalami hubungan keduanya serta latar belakang yang memicu aksi nekat tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, ANPP sebelumnya pernah bekerja sebagai sopir travel. Namun dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas pekerjaannya tidak lagi diketahui secara pasti.
Kasus ini sempat menghebohkan masyarakat Klungkung. Korban, I Nyoman Cita alias Pak Man Colik, dilaporkan hilang pada Rabu (1/7/2026) malam. Sehari kemudian, jasadnya ditemukan di aliran Tukad Bubuh dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya. Selain dikenal sebagai pedagang lawar godel, korban juga cukup populer di media sosial sehingga peristiwa tersebut menyita perhatian publik.
Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo, didampingi Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras tim penyidik yang mengedepankan metode Scientific Crime Investigation dengan dukungan digital forensik.
Pendekatan tersebut memungkinkan penyidik mengumpulkan, menganalisis, dan menghubungkan berbagai alat bukti secara ilmiah hingga akhirnya mengarah pada identitas pelaku. Sinergi antara Polres Klungkung, Ditreskrimum Polda Bali, Polsek Banjarangkan, dan tim digital forensik menjadi faktor penting dalam mengungkap kasus yang sempat menjadi perhatian masyarakat Bali.
Saat ini, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku guna melengkapi berkas perkara, mendalami motif secara menyeluruh, serta memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap secara utuh sesuai alat bukti dan hasil penyidikan. Polisi juga akan melengkapi proses penyidikan dengan hasil uji forensik terhadap barang bukti yang telah diamankan sebelum perkara dilimpahkan ke tahap berikutnya.
( dd99 )
Langsung ke konten







