banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

Badung Jajaki Pinjaman Tahap Kedua ke PT SMI, Percepat Pembangunan Infrastruktur Strategis 2027

Foto - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama jajaran Pemkab Badung melakukan pertemuan dengan manajemen PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) membahas rencana pembiayaan pembangunan infrastruktur strategis di Rumah Jabatan Bupati Badung, Puspem Badung.

BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung terus mematangkan strategi percepatan pembangunan infrastruktur melalui skema pembiayaan inovatif. Salah satu langkah yang tengah dijajaki adalah pengajuan pinjaman daerah tahap kedua kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk mendukung sejumlah proyek prioritas yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027.

Rencana tersebut dibahas langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama jajaran manajemen PT SMI dalam pertemuan di Rumah Jabatan Bupati Badung, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis (27/8). Pertemuan turut dihadiri Sekda Badung IB Surya Suamba, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Luh Suryaniti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, sejumlah Kepala OPD terkait, serta jajaran PT SMI.

banner 728x250

Dari pihak PT SMI hadir Kepala Divisi Pembiayaan Publik Adri Asmoro L.P, Fiscal & Project Analyst/Senior Manager Divisi Pembiayaan Sektor Publik Satria Pramata dan Relationship Manager Elia Benny.

Foto – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama jajaran Pemkab Badung melakukan pertemuan dengan manajemen PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) membahas rencana pembiayaan pembangunan infrastruktur strategis di Rumah Jabatan Bupati Badung, Puspem Badung.

Bupati I Wayan Adi Arnawa mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara Pemkab Badung dengan PT SMI, khususnya dalam memastikan kebutuhan pembangunan infrastruktur strategis dapat direncanakan secara matang, baik dari aspek teknis maupun skema pembiayaan.

Menurut Adi Arnawa, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas pariwisata di Kabupaten Badung. Karena itu, pemerintah daerah terus mencari pola pembiayaan yang mampu mendukung pembangunan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan kemampuan fiskal daerah.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah rencana melanjutkan konektivitas Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat menuju kawasan Canggu. Tingginya kepadatan permukiman di sekitar Banjar Batu Culung, Kerobokan Kaja, menjadi salah satu pertimbangan Pemkab Badung dalam menentukan desain pembangunan.

Untuk menghindari potensi konflik sosial akibat pembebasan lahan, Pemkab Badung tengah mengkaji kemungkinan pembangunan jalan bawah tanah atau underpass sebagai alternatif konektivitas menuju Canggu dan kawasan sekitarnya.

Selain pembangunan jaringan jalan, tingginya mobilitas kendaraan pada koridor Gatsu-Canggu-Munggu juga mendorong Pemkab Badung mengkaji penerapan Electronic Road Pricing (ERP) atau sistem jalan berbayar elektronik.

Skema ERP tersebut tidak hanya diarahkan sebagai instrumen pengendalian lalu lintas, tetapi juga dikaji sebagai sumber pembiayaan mandiri melalui konsep yield capture. Pendapatan yang diperoleh dari skema tersebut nantinya dapat diarahkan untuk mendukung pengembalian pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Dalam rencana jangka panjang, Pemkab Badung juga membuka peluang keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengelolaan jalur express berbayar. Sementara itu, jalur eksisting yang selama ini digunakan masyarakat tetap dapat dimanfaatkan tanpa pungutan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Badung mencari pola pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat dan wisatawan sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan daerah.

Tidak hanya sektor transportasi, Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan visi pembangunan Stadion Internasional Multiguna berskala besar. Pembangunan fasilitas tersebut diarahkan untuk dapat melibatkan skema sponsorship maupun investasi pihak swasta sehingga kebutuhan pembiayaan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.

Menurut Adi Arnawa, pola pembiayaan inovatif diperlukan agar pembangunan berbagai fasilitas publik dapat berjalan lebih cepat dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah.

Menanggapi rencana tersebut, Kepala Divisi Pembiayaan Publik PT SMI Adri Asmoro menyampaikan keterbukaan untuk berdiskusi mengenai skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas fiskal Kabupaten Badung.

PT SMI melihat Badung memiliki kebutuhan pembangunan infrastruktur yang cukup besar seiring pertumbuhan ekonomi dan aktivitas pariwisata. Karena itu, skema pembiayaan perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing proyek, kemampuan fiskal daerah serta prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan publik.

PT SMI selanjutnya meminta Pemkab Badung melakukan pematangan terhadap berbagai aspek sebelum memasuki tahapan pelaksanaan. Kajian tersebut mencakup aspek teknis, regulasi serta kelayakan investasi dari setiap proyek yang direncanakan.

Melalui pembahasan bersama PT SMI, Pemkab Badung diharapkan dapat memperoleh skema pembiayaan yang tepat untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis. Perencanaan yang matang menjadi kunci agar setiap proyek dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya dukung kawasan pariwisata Badung.

Dengan dukungan pembiayaan yang terukur dan inovatif, Pemkab Badung terus berupaya mempercepat pembangunan konektivitas, meningkatkan kualitas infrastruktur publik serta menjaga pertumbuhan ekonomi daerah agar tetap berkelanjutan.

( NDR )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250