banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

BASIS Bali Audiensi ke PMI Provinsi Bali, Perkuat Sinergi Kemanusiaan hingga Kesiapsiagaan Bencana

Foto - BASIS Bali Audiensi dengan PMI Provinsi Bali, Perkuat Sinergi Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana.

DENPASAR — Perkumpulan Basis Keamanan dan Keselamatan Bali (BASIS Bali) terus memperluas jejaring serta membangun sinergi dengan berbagai lembaga strategis di Pulau Dewata. Kali ini, jajaran pengurus BASIS Bali melaksanakan audiensi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Senin (7/9/2026).

Rombongan pengurus BASIS Bali diterima langsung oleh Haji Agus Bambang Priyanto, S.H., selaku Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Bali, bersama jajaran.

banner 728x250

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk membuka ruang komunikasi sekaligus menjajaki peluang kerja sama antara BASIS Bali dan PMI Provinsi Bali, khususnya dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, pertolongan pertama, keselamatan, serta kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai sejumlah program yang berpotensi dilaksanakan secara kolaboratif. Salah satu perhatian utama adalah bagaimana meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat sehingga tidak hanya memahami aspek keselamatan, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan maupun kondisi kegawatdaruratan.

Ketua Umum BASIS Bali, Dewa Wisarjana, mengatakan audiensi dengan PMI Provinsi Bali merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk membangun kemitraan yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Menurut Dewa Wisarjana, keamanan dan keselamatan tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai kemanusiaan. Dalam berbagai kondisi darurat, kemampuan seseorang memberikan respons awal dan pertolongan yang tepat menjadi sangat penting sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan oleh tenaga profesional.

Karena itu, BASIS Bali memandang peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya mengenai pertolongan pertama dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, sebagai salah satu hal yang perlu terus didorong.

“Kami sangat berterima kasih kepada PMI Provinsi Bali yang telah menerima kami dengan sangat baik. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan peningkatan kompetensi masyarakat,” ujar Dewa Wisarjana.

Sejumlah program turut dibahas dalam audiensi tersebut. Di antaranya adalah kegiatan donor darah, pelatihan kompetensi pertolongan pertama atau first aid, edukasi mengenai keamanan dan keselamatan, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, penguatan kapasitas relawan, serta berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya.

BASIS Bali berharap program-program tersebut nantinya dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan anggota organisasi, relawan maupun berbagai elemen masyarakat.

Terlebih, Bali sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional memiliki mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat pengetahuan mengenai keselamatan, pertolongan pertama dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat menjadi semakin penting.

Bagi BASIS Bali, membangun budaya keselamatan bukan hanya berkaitan dengan upaya menjaga keamanan suatu lingkungan. Keselamatan juga menyangkut kesiapan sumber daya manusia dalam mengambil tindakan cepat, tepat dan bertanggung jawab ketika menghadapi situasi yang dapat mengancam keselamatan maupun kehidupan seseorang.

Atas dasar itulah, BASIS Bali menilai PMI sebagai salah satu mitra strategis yang memiliki pengalaman, kapasitas serta kompetensi di bidang kemanusiaan, pertolongan pertama dan penanggulangan bencana.

Sementara itu, Haji Agus Bambang Priyanto, S.H., menyambut baik audiensi jajaran pengurus BASIS Bali. Pertemuan tersebut sekaligus membuka ruang bagi kedua organisasi untuk menjajaki bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

PMI Provinsi Bali membuka peluang kolaborasi dengan BASIS Bali dalam berbagai kegiatan yang memiliki keterkaitan dengan misi kemanusiaan. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diarahkan pada program-program yang meningkatkan kemampuan dan kesiapan masyarakat.

Salah satu bidang yang berpotensi diperkuat adalah kompetensi pertolongan pertama (first aid). Pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama dinilai penting karena kondisi darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi bencana juga menjadi bagian penting yang dapat dikembangkan bersama. Bali memiliki karakteristik wilayah dan aktivitas masyarakat yang membutuhkan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat maupun bencana.

Melalui pelatihan, edukasi dan kegiatan bersama, diharapkan semakin banyak masyarakat memiliki kesadaran mengenai pentingnya mitigasi, keselamatan serta tindakan awal ketika menghadapi kondisi darurat.

Tidak kalah penting, kegiatan donor darah juga menjadi salah satu peluang kolaborasi yang dibicarakan. Melalui jejaring anggota BASIS Bali dan dukungan PMI Provinsi Bali, kegiatan donor darah dapat menjadi bentuk konkret kepedulian sosial sekaligus kontribusi terhadap ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Audiensi antara BASIS Bali dan PMI Provinsi Bali ini pun menjadi momentum penting dalam mempertemukan dua semangat yang memiliki titik temu kuat, yakni keselamatan dan kemanusiaan.

BASIS Bali dengan perhatian pada bidang keamanan dan keselamatan serta PMI dengan pengalaman panjang dalam pelayanan kemanusiaan memiliki ruang kolaborasi yang luas untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas masyarakat.

Ke depan, komunikasi dan koordinasi yang telah dibangun melalui audiensi tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan program-program konkret, terukur dan berkesinambungan.

Kolaborasi juga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak elemen masyarakat, sehingga edukasi mengenai pertolongan pertama, keselamatan dan kesiapsiagaan bencana tidak hanya dipahami oleh kalangan tertentu, tetapi semakin menjadi bagian dari kesadaran bersama.

Melalui sinergi tersebut, BASIS Bali dan PMI Provinsi Bali diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat budaya saling menolong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Audiensi ini sekaligus menegaskan bahwa upaya menciptakan Bali yang aman tidak cukup hanya melalui penguatan aspek keamanan. Diperlukan pula masyarakat yang memiliki kepedulian, keterampilan pertolongan pertama, kesiapsiagaan menghadapi bencana serta semangat kemanusiaan yang kuat.

Dengan terbangunnya komunikasi antara BASIS Bali dan PMI Provinsi Bali, pertemuan ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi lahirnya berbagai kegiatan bersama yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Semangat kolaborasi tersebut pada akhirnya membawa satu tujuan yang sama: mewujudkan masyarakat Bali yang semakin aman, tangguh, tanggap terhadap keadaan darurat, siap menghadapi bencana, serta menjunjung tinggi nilai kepedulian dan kemanusiaan.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250